Zeay Official Website

Sains dan Teknologi

Dunia Astronomy

sumber : Kompas, 23 Februari 2008

DUNIA ASTRONOMI KIAN MEMBUMI

Tidak sulit menemukan Stasiun Pengamat Dirgantara atau SPD

Tanjungsari milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.

Lokasinya berada di antara Jalan Raya Tanjungsari dan Jalan Raya

Cicalengka, tepatnya di Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan,

Kabupaten Sumedang.

Sepintas, lokasi stasiun ini tidak terlalu mencolok di tengah

permukiman warga. Lokasinya berada di sebelah lapangan bola. Penjagaan

pun tak seketat layaknya instalasi militer, tetapi justru bersahabat

bagi tamu yang datang.

“Tempat ini dipakai sebagai rujukan bagi masyarakat dan kelompok

pencinta astronomi yang sengaja datang kalau ada peristiwa di angkasa,

seperti hujan meteor atau gerhana bulan,” kata Kepala SPD Tanjungsari

Bambang Suhandi.

Fokus SPD Tanjungsari pada pengamatan matahari. Setiap hari empat

peneliti harus melaporkan data parameter matahari, seperti jumlah

bintik di matahari. Obyek pengamatan pun tidak seperti melihat bola

api raksasa yang mengeluarkan lidah api, tetapi hanya obyek putih

dengan titik berwarna hitam yaitu bintik matahari.

Dari beberapa kejadian astronomi yang diberitakan di media massa,

mulai timbul minat masyarakat untuk mendatangi stasiun itu. Mereka

ingin melihat langsung fenomena di antariksa, misalnya gerhana bulan.

Peralatan yang dimiliki SPD Tanjungsari terdiri dari tiga teleskop

bintang. Dua teleskop digunakan untuk pengamatan dan satu teleskop

khusus dipergunakan pengunjung.

Bambang mengungkapkan, banyak hal bisa dipelajari dari astronomi.

Hasilnya akan berimbas pada kehidupan manusia, misalnya pengamatan

cuaca dan perhitungan mengenai kejadian di langit.

Pelajaran yang harus dipetik, kata Bambang, adalah menyadari bahwa

manusia sebenarnya merupakan bagian kecil dari sebuah sistem tata

surya yang mahaluas dan mahabesar. Sebuah contoh sempurna untuk

menggambarkan kekuasaan Tuhan.

Menghitung dan mengamati

Sementara itu, Andreas Widjaja, guru dan pembimbing komunitas

astronomi SMAK Trimulia Bandung, mengatakan, hampir 80 persen kegiatan

astonomi adalah menghitung. Untuk itu dibutuhkan kemampuan ilmu fisika

dan matematika.

Maka, sembilan siswa anggota komunitas astronomi di sekolah

tersebut sering menghitung jarak antarbintang atau mengukur massa

sebuah planet ketika ekstrakurikuler astronomi berlangsung setiap

Senin siang. Mengamati langit dengan teleskop jenis reflektor Meade LX

200 buatan Jepang yang dimiliki sekolah itu hanya dilakukan jika

terjadi gerhana bulan atau sejenisnya.

Sering kali ada siswa yang menyerah dan keluar dari komunitas

karena tidak menyukai fisika. Namun, kegiatan rutin yang mulai

dilakukan sejak tahun 1996 itu telah melahirkan siswa berprestasi

dalam bidang astronomi di tingkat internasional. Evan Gozali, alumnus

SMAK Trimulia, misalnya, mampu meraih medali perak dalam Olimpiade

Astronomi Internasional di Stockholm pada tahun 2003 dan 2004.

Pihak sekolah pun lantas membuat fasilitas khusus bagi komunitas

itu pada 2006. Atap laboratorium dirombak dan diberi atap dari asbes

yang dapat digeser sehingga pengamatan benda langit dapat langsung

dilakukan di tempat itu. Jika ada fenomena langit yang menarik, semua

anggota berkumpul dan mengamati langit beramai-ramai melalui televisi

yang sudah dihubungkan dengan teleskop.

David, salah seorang anggota, mengatakan, jika ada fenomena

langit, yang ikut menonton tidak hanya anggota komunitas. Siswa lain

pun tertarik dan merasa penasaran. Foto hasil rekaman pengamatan yang

mereka lakukan sering dimanfaatkan para astronom di Institut Teknologi

Bandung (ITB) ataupun media massa.

Di luar itu, masih ada situs dan komunitas Langit Selatan yang

dikelola dari Bandung. Menurut Avivah Yamani (28), salah satu pendiri

situs langitselatan.com, situs itu didirikan pada 2006 oleh sejumlah

alumnus Jurusan Astronomi ITB dengan tujuan menyebarkan informasi

tentang astronomi dengan bahasa sederhana dan menarik.

Ada banyak klub atau milis astronomi yang bisa dipilih. Selain

langitselatan.com, masyarakat bisa mengunjungi http://

http://www.assalaam.or.id/casa tentang hal-hal astronomi yang terkait dengan

Islam.

Kita juga bisa mampir di http://www.penjelajahangkasa.blogspot.com

yang menawarkan acara rutin seputar diskusi atau pengenalan astronomi,

atau bergabung ke milis Astronomi Indonesia dan situs-situs lain.

(ELD/A04/YNT)

Januari 15, 2009 Posted by | Uncategorized | | Tinggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Januari 15, 2009 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar